Samudra Hartanto, mantan desainer LV mempopulerkan Batik di Paris

Karya desainer Malang, Samudra Hartanto, menyedot perhatian pada pembukaan event Java di Paris. Ia memamerkan beberapa karyanya, yaitu blus, rok, dan gaun tie-dye yang mengusung konsep tradisional dari Louis Vuitton.
Membuka acara Java in Paris, Samudra merancang busana yang mengusung konsep ready-to-wear dengan mempertimbangkan nilai sejarah kain tie dye. Ia memilih motif batik yang biasa digunakan untuk pernikahan adat Jawa. Menurutnya, memadukan Paris yang dikenal sebagai kota cinta dengan pernikahan sebagai lambang cinta adalah pilihan yang tepat.

“Kebanyakan orang luar negeri lebih menyukai produk khas dari negara lain karena cerita dan sejarahnya. Mereka suka membaca informasi tentang makna suatu motif dan cara pembuatannya, bukan hanya model pakaiannya saja,” jelas Samudra, dikutip Jumat (24/6). 2022).

a menjelaskan bahwa konsep ready-to-wear tie-dye dipilih untuk mendekatkan tie-dye agar dapat digunakan oleh masyarakat Paris sehari-hari.

“Saat mendesain, saya berpikir untuk menjadikan tie-dye sebagai motif pakaian tidak hanya untuk orang Indonesia tetapi juga untuk orang Paris di sini. Saya mencoba mengomunikasikan tie-dye lama ini agar bisa digunakan oleh remaja dan anak muda di sini,” kata pria yang kini tinggal di Le Marais, Paris ini.

Samudra Hartanto, Mantan LV Designer dari Malang

Elemen yang dipilih dalam desain tie-dye dress adalah elemen warna tanah dari berbagai motif yang biasa digunakan untuk acara formal. Samudra berhasil menenun tie-dye dengan motif sarat nilai warisan budaya menjadi busana yang fun dan menyita perhatian berbagai warga yang tinggal di pusat mode dunia. Samudra mengaku karyanya diterima dengan baik oleh warga Paris.

“Beberapa dari mereka mengatakan mereka suka memakai rok tie-dye saya yang baru saja saya beli di BHV Marais. Anda sebenarnya tahu betul bahwa Indonesia memiliki tie-dye. Namun, mereka tidak menyangka kain tie-dye Indonesia bisa digunakan untuk busana sehari-hari di Paris,” jelas Ozean.

Samudra mengatakan event Java in Paris merupakan momen yang tepat untuk mempromosikan tie-dye kepada warga Paris.

“Selain itu, orang Eropa sangat menyukai budaya. Mereka akan bersemangat untuk mengetahui apakah mereka peduli dengan suatu budaya sehingga mereka juga dapat mempromosikan budaya negara tempat saya lahir dengan pakaian tie dye ini. Saya berharap warga Paris tertarik untuk berkunjung dan berlibur ke Indonesia,” jelasnya.

Ia berharap dapat terus membantu mengenalkan Indonesia sebagai ibu kota mode dunia melalui fashion.

“Saya punya banyak rencana ke depan untuk menunjukkan ciri khas motif dan budaya Indonesia yang bisa saya adaptasikan dengan fashion di sini. Semoga kerjasama yang membawa budaya dan produk lokal Indonesia ini terus berlanjut ke depannya,” ujarnya.

Arek Malang di World Fashion Center Louis Vuitton

Samudra memutuskan merintis sendiri sejak tahun 2020 dengan menjadi konsultan fashion (Foto: Istimewa)
FYI: Samudra Hartanto adalah seorang perancang busana asal Indonesia yang telah bekerja untuk Louis Vuitton sejak tahun 1997. Ia menyukai dunia fashion sejak kecil, hingga ia memutuskan untuk kuliah di Royal College of Art di London.

Awal mula kolaborasi Samudra dengan Louis Vuitton adalah perkenalannya dengan Marc Jacobs. Siapa sangka, perkenalan ini membuatnya menjadi salah satu asisten desainer Marc Jacobs yang saat itu sedang mempersiapkan koleksi pertamanya untuk rumah mode Louis Vuitton. Ini adalah awal karirnya sebagai perancang busana setelah lulus pada tahun 1996.

Selain bekerja di Louis Vuitton, Samudra juga bekerja sebagai asisten desain di Hermès ketika perancang busana Paris Jean Paul Gaultier mengambil alih sebagai direktur kreatif pada tahun 2003. Ia kemudian bergabung dengan rumah mode perancang ketika Jean Paul Gaultier meninggalkan Herms.

“Saya sangat menyukai fashion dan sebenarnya ingin kembali ke tanah air setelah lulus kuliah. Namun, ternyata saya langsung direkomendasikan ke kota Paris. Saya pikir itu akan menjadi kesempatan emas saya untuk bekerja di pusat mode dunia saat itu saya hanya berencana di sana selama dua tahun. Bahkan, saya sudah terlibat dalam kiprah brand fashion di seluruh dunia selama hampir 23 tahun,” ujarnya.

Louis Vuitton

Ia mengaku telah belajar banyak bekerja sama dengan beberapa brand ternama dari seluruh dunia, salah satunya adalah memahami sejarah.

“Saya selalu berhati-hati untuk mengetahui cerita sebelum saya membuat karya apa pun. Cerita ini digunakan sebagai dasar untuk membuat pakaian. Itu yang saya bawa sampai hari ini,” jelas Samudra.

Samudra memutuskan untuk memulai usaha sendiri sejak tahun 2020 dengan menjadi konsultan fashion dan mengerjakan berbagai proyek pribadi. Kiprahnya dalam karir solonya tersebut membuahkan hasil terpilih sebagai salah satu desainer untuk pameran Java in Paris yang merupakan kerjasama Pemerintah Kota Solo, Shopee Indonesia dan KBRI Paris.

Event Java in Paris merupakan pameran UMKM Indonesia yang berlangsung pada tanggal 8 Juni 2022 di department store ternama Le BHV Marais di Paris, Perancis. Acara #ShopeeJAVAinPARIS yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Solo dan Shopee Indonesia ini bertujuan untuk membawa produk UMKM lokal bersama ke pentas dunia.

Selain Samudra, beberapa desainer ternama juga menampilkan desain terbaiknya di ajang tersebut, antara lain Denny Wirawan dan Andika Pramudya serta Satria Soewiryo dari brand Ansoe.

Baca terus artikel selengkapnya di ublik.id

 

Leave a Comment